Massimo Osti Otak Dibalik Fashion Fungsional

Muhammad Rafli - Lique ID | 15, Januari 2026

Dalam sejarah fashion modern, sedikit nama yang pengaruhnya terasa begitu luas namun kerap luput dari sorotan publik. Massimo Osti adalah salah satunya. Ia bukan sekadar desainer, melainkan seorang pemikir arsitek gagasan yang mengubah cara kita memandang pakaian dari sekadar estetika menjadi sistem fungsi, teknologi, dan identitas.

Massimo Osti lahir di Bologna, Italia, pada tahun 1944. Menariknya, ia tidak memulai karier dari jalur pendidikan fashion, melainkan dari dunia desain grafis dan ilustrasi. Latar belakang inilah yang kemudian membentuk cara berpikirnya dalam merancang pakaian.

Lahir Brand C.P. Company

Obsesi Massimo Osti terhadap material membawanya mendirikan C.P. Company, sebuah brand yang melahirkan berbagai inovasi tekstil. Salah satunya adalah garment dyeing teknik pewarnaan setelah pakaian dijahit yang memberi warna unik pada pakaian.

Setelah hampir satu dekade bereksperimen di C.P. Company, Massimo Osti mendirikan Stone Island pada 1982. Keputusan ini diambil seiring C.P. Company berkembang menjadi brand yang semakin komersial. Di titik ini, Osti ingin tetap berkreasi secara bebas, tanpa dibatasi aturan dan kepentingan perusahaan.

Pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an, C.P. Company juga tidak sepenuhnya berada di bawah kendali Massimo Osti. Brand tersebut berada di bawah naungan GFT (Gruppo Finanziario Tessile), sebuah grup tekstil besar asal Italia. Kondisi inilah yang mendorong Osti membangun Stone Island sebagai ruang kreatif yang lebih independen.

Lahir Brand Stone Island

Setelah mendirikan Stone Island pada 1982, Massimo Osti menempatkan brand ini sebagai ruang eksplorasi yang berbeda dari C.P. Company. Stone Island tidak dibangun untuk mengikuti pasar atau tren, melainkan sebagai laboratorium tempat riset material dan fungsi.

Di bawah arahan Osti, Stone Island dikenal lewat eksperimen tekstil yang belum pernah ada sebelumnya. Kain berlapis resin, material reflektif, hingga teknik pewarnaan ekstrem digunakan untuk menciptakan pakaian.. Proses kreatifnya lebih menyerupai kerja ilmiah daripada produksi fashion konvensional.

Penghujung Karir Massimo

Seiring berjalannya waktu, Stone Island tidak lagi berada di bawah kepemilikan Massimo Osti. Brand ini kemudian berpindah tangan, mengikuti dinamika industri fashion yang semakin besar dan terstruktur secara korporasi. Setelah Osti tidak lagi terlibat secara aktif, Stone Island berkembang sebagai entitas bisnis global dengan arah dan kepemilikan baru.

Pada pertengahan 1980-an, Stone Island pertama kali dijual kepada GFT (Gruppo Finanziario Tessile), sebuah grup tekstil besar asal Italia. Sejak periode ini, peran Massimo Osti perlahan berkurang hingga akhirnya ia sepenuhnya menarik diri dari aktivitas kreatif brand yang ia dirikan.

Massimo Osti wafat pada tahun 2005. Namun pemikirannya tetap hidup. Pendekatan berbasis fungsi, riset material, dan kejujuran desain yang ia tanamkan terus memengaruhi perkembangan fashion fungsional dan teknis hingga kini.

Penutup

Massimo Osti bukan desainer yang menciptakan tren sesaat. Ia membangun cara berpikir baru dalam fashion bahwa pakaian seharusnya lahir dari fungsi, riset, dan kebutuhan nyata. Melalui C.P. Company dan Stone Island, Osti membuktikan bahwa inovasi material dan kejujuran desain dapat melahirkan identitas yang bertahan jauh melampaui zamannya.