Estefania - Lique ID | 19 Januari 2026
Dalam dunia fashion, ada satu kalimat yang hampir selalu terbukti benar: “fashion trend itu berputar”. Apa yang dulu dianggap “ketinggalan zaman”, suatu hari bisa kembali menjadi sesuatu yang paling dicari dan trending. Dan belakangan ini, satu item lama kembali ramai dibicarakan, yaitu skinny jeans.
Beberapa tahun terakhir, semua orang jatuh cinta pada straight jeans, wide leg, baggy, dan low-rise ala Y2K. Jika seseorang memakai skinny jeans akan seolah-olah dicancel. Skinny jeans dianggap terlalu ketat, terlalu millennial, bahkan disebut “tidak relevan”. Tapi seperti tren lainnya, ceritanya tidak berhenti di situ.
Kenapa Tren Selalu Berputar?
Siklus fashion ini didorong oleh nostalgia, interpretasi ulang, dan budaya yang terus berkembang. Apa yang pernah dianggap sudah jadul akan menjadi retro dan diinginkan lagi. Misalnya, kebangkitan kembali mode Y2K (jeans low-rise) menggambarkan dengan sempurna siklus ini. Gaya-gaya Y2K ini, yang pernah menjadi tren di awal tahun 2000-an dan sekarang telah kembali digemari dengan sentuhan modern yang menarik bagi generasi saat ini.
Saat sebuah gaya terlalu sering dipakai, orang mulai bosan dan mencari sesuatu yang berlawanan. Setelah beberapa dekade, gaya yang lama akan terasa segar dan baru kembali, terutama bagi generasi yang tidak mengalaminya secara langsung.
Fashion biasa melewati lima tahap: pengenalan, kenaikan, puncak, penurunan, dan keusangan. Siklus ini dulu berlangsung selama bertahun-tahun sekitar 20-30 tahun. Namun karena kebangkitan media sosial dan fast-fashion, mempercepat proses siklus ini. Tren sekarang bahkan dapat muncul dan pudar dalam beberapa bulan.
Itulah kenapa:
-
Tren 90-an kembali di 2010-an
-
Tren Y2K kembali di 2020-an
-
Dan kini, siluet yang lebih slim mulai dilirik lagi