Estefania - Lique ID | 19 Januari 2026
Selama bertahun-tahun, sneaker berada di puncak dunia fashion. Dari streetwear sampai high fashion, dari kampus sampai kantor kreatif—sneaker adalah simbol kenyamanan, fleksibilitas, dan gaya hidup modern. puncaknya di sekitar 2015–2020, saat collab gila-gilaan dan resell culture bikin pasar meledak. Semua orang punya setidaknya satu pasang. Bahkan seringkali, lebih dari yang dibutuhkan.
Namun belakangan ini, ada perubahan yang pelan tapi terasa: era sneaker mulai turun. tren mulai geser: hype menurun, harga resale jatuh, dan makin banyak orang balik ke sepatu kulit, boots, atau bahkan sandal.
Bukan berarti sneaker akan benar-benar hilang. Tapi posisinya sebagai “pilihan utama untuk segalanya” perlahan bergeser.
Kembali ke yang Lebih “Dewasa”
Sekarang, kita mulai melihat pergeseran:
-
Ballet flats kembali
-
Loafers makin populer
-
Mary Jane shoes muncul lagi di berbagai runway
Banyak orang mulai ingin terlihat lebih polished. Bukan lagi soal kenyamanan, tapi keseimbangan antara fungsi dan estetika. Sneaker masih nyaman, tapi tidak selalu memberikan kesan yang ingin ditampilkan di era ini.
Sneaker Akan Hilang?
Tidak. Sneaker tidak akan punah, hanya tidak lagi berada di pusat perhatian. Sneaker akan tetap ada untuk aktivitas harian, olahaga dan untuk gaya kasual. Tapi sneakers tidak lagi menjadi default answer untuk semua outfit. Dan seperti semua tren fashion lainnya, mungkin suatu hari nanti sneaker akan kembali naik—dengan bentuk dan cara pakai yang berbeda.