Cartel Style yang makin viral Setelah El Chapo kabur dari penjara

Cartel Style yang makin viral Setelah El Chapo kabur dari penjara

Style berpakaian yang makin viral karena seorang kriminal.

Joaquín El Chapo Guzmán Loera adalah bos Kartel Sinaloa yang tergolong salah satu jaringan kriminal paling kuat di Meksiko. Di bawah kepemimpinannya, kartel itu membangun skema penyelundupan narkoba ke AS, termasuk terowongan rahasia dan penyamaran. Bahkan Departemen Keuangan AS pernah menobatkan Guzmán sebagai “penyelundup narkoba paling berkuasa di dunia.

Pada 22 Februari 2014, Guzmán akhirnya ditangkap oleh aparat Meksiko di kota Mazatlán setelah lama menjadi buronan internasional. Ia kemudian dipenjara di fasilitas keamanan maksimum Altiplano Prison, sebuah penjara yang dikenal sangat ketat pengawasannya.

Namun dunia kembali dikejutkan pada 11 Juli 2015. Guzmán berhasil melarikan diri dari penjara tersebut melalui sebuah terowongan bawah tanah sepanjang lebih dari satu kilometer yang digali hingga langsung menuju kamar mandi di dalam selnya. Peristiwa ini segera menjadi berita global dan memperkuat citra mitologis El Chapo sebagai sosok yang hampir tak tersentuh.

Menariknya, setelah pelarian tersebut, muncul fenomena yang kemudian dikenal sebagai Cartel Style atau Narco Style. Gaya ini mengambil inspirasi dari estetika yang sering dikaitkan dengan dunia kartel narkoba Meksiko.

Gaya ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Ia berasal dari budaya narco culture di Meksiko yang sudah berkembang sejak lama, terutama di wilayah utara seperti Sinaloa. Fenomena Cartel Style semakin kuat karena pengaruh budaya populer. Salah satu faktor penting adalah serial Narcos. Serial ini mengangkat kisah para penguasa kartel dan tanpa disadari juga mempopulerkan gaya visual mereka.

Namun gaya kartel ini juga menuai kritik. Beberapa pengamat menyoroti risiko mengidolakan pengedar narkoba. Juan Pablo Escobar, putra Pablo Escobar, misalnya memperingatkan bahwa mempopulerkan gaya hidup kartel bisa salah kaprah

“mengglorifikasi apa yang [ayah saya] lakukan memiliki efek negatif bagi masyarakat”. 

Karena bisa membuat aktivitas kriminal terlihat menarik atau heroik, padahal kenyataannya penuh kekerasan, penderitaan, dan korban jiwa.

Pesan ini sering disampaikan dalam berbagai wawancara dan buku yang ia tulis setelah mengganti namanya menjadi Sebastián Marroquín, sebagai bentuk upaya menjauh dari warisan kriminal keluarganya serta mengingatkan publik tentang konsekuensi nyata dari dunia kartel.